Cara Menentukan Naik Turun di Binary Option

Pada panduan ini kita akan belajar bagaimana caranya menentukan apakah harga aset akan naik atau turun, lebih tepatnya kapan kita harus tekan Atas atau Bawah. Saya yakin banyak yang masih menggunakan Feeling saja (tebak-tebakan), tanpa analisa yang tepat.

Saya tekankan bahwa trading menggunakan feeling itu adalah salah dan biasanya berujung pada kegagalan jangka panjang. Jadi mari kita mulai trading dengan cara yang benar yaitu menggunakan Analisa.

Bagian 1 – Tahap Pengenalan

Analisa pada pergerakan harga dibagi menjadi 2 yaitu Analisa Teknikal dan Analisa Fundamental.

Analisa teknikal adalah cara menentukan kemana harga bergerak dengan menggunakan tool dan indikator yang tersedia seperti Indikator RSI, Grafik lilin jepang, Price Action.

Analisa fundamental adalah cara menentukan kemana harga akan bergerak dengan menggunakan berita ekonomi pasar, sebagai contoh rilis GDP, rilis angka inflasi dan rilis berita lainnya.

Lalu muncul pertanyaan, dari mana saya harus memulai? Analisa apa yang harus saya gunakan?

Jadi untuk trading binary option yang waktu penutupannya dibawah 5 menit disarankan untuk menggunakan Analisa Teknikal saja (Indikator dan Grafik) sedangkan jika trading diatas 5 menit wajib mengikut sertakan Analisa Fundametal.

Analisa Teknikal

Analisa teknikal ini sangat banyak, karena ada banyak indikator yang tersedia. Oleh karena itu saya hanya akan menjelaskan cara menggunakan indikator yang efektif dalam trading binary option.

Cara kerja indikator itu sederhana, yaitu menggunakan data masa lalu untuk memprediksi pergerakan harga. Anda beberapa Indikator yang akan kita pelajari.

  1. RSI
  2. Lilin Jepang
  3. SMA (Pergerakah Rata-Rata)
  4. Bollinger Bands (persilangan)

Analisa Fundamental

Analisa fundamental ini lebih mudah digunakan daripada analisa teknikal, hanya saja analisa fundamental cocok untuk trading dengan waktu penutupan diatas 5 menit.

Cara menggunakannya juga mudah, kita hanya perlu melihat hasil rilis data ekonomi suatu negara, jika hasilnya diatas harapan maka mata uang tersebut akan cenderung naik, sebaliknya jika hasilnya dibawah harapan maka mata uang negara tersebut cenderung menurun.

Sebagai contoh:

Pukul 20.00 Wib nanti akan rilis angka Inflasi di Amerika Serikat (US) dan pelaku pasar memperkirakan (forecast) bahwa inflasi akan tetap di level 0.25%. Lalu kita menunggu sampai jam 20.00 nanti jika ternyata inflasi naik diatas 0.25% maka otomatis USD akan menguat, lulu kita akan pasang Turun (PUT) EUR/USD, begitu juga jika sebaliknya.

Close